Menjalin Kolaborasi Strategis melalui Benchmarking: Upaya FSC FEB UNESA dan UKM Penalaran PPNS dalam Penguatan Budaya Ilmiah

Dalam era kompetisi global yang semakin kompleks, kolaborasi strategis antar organisasi mahasiswa menjadi kunci untuk memperkuat kapasitas internal dan menciptakan inovasi yang relevan. Organisasi kemahasiswaan tidak lagi cukup hanya bergerak secara mandiri, tetapi dituntut untuk mampu membangun jejaring yang solid dan saling menguatkan. Atas dasar kebutuhan tersebut, Fenesa Scientific Community (FSC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya menginisiasi kegiatan benchmarking bersama UKM Penalaran dan Penelitian Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) pada bulan Juli 2025.

Kegiatan ini dirancang tidak sekadar menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga langkah nyata membangun budaya keilmuan yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada keberlanjutan (sustainability). Melalui pertemuan ini, diharapkan lahir kerja sama yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan organisasi, baik dalam hal manajemen internal, pengembangan SDM, maupun inovasi program kerja.

Latar Belakang dan Tujuan

FSC FEB UNESA selama ini dikenal sebagai UKM yang fokus mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang keilmuan, penalaran, dan penelitian. Sementara itu, UKM Penalaran PPNS memiliki rekam jejak yang kuat dalam membina mahasiswa hingga meraih prestasi lomba karya tulis ilmiah di tingkat nasional. Kesamaan visi ini menjadi alasan utama dilaksanakannya benchmarking.

Tujuan utamanya adalah saling bertukar wawasan mengenai sistem kerja, program unggulan, dan strategi pembinaan yang telah terbukti efektif di masing-masing organisasi. Dengan demikian, setiap pihak dapat mengadopsi dan memodifikasi praktik baik yang relevan untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Rangkaian Kegiatan

Benchmarking berlangsung dalam suasana akrab namun tetap profesional. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum FSC FEB UNESA yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas kampus sebagai jembatan pengetahuan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Kita tidak bisa tumbuh sendirian. Kolaborasi adalah cara terbaik untuk memperkaya perspektif dan meningkatkan daya saing kita.”

Selanjutnya, sesi presentasi dimulai dengan pemaparan dari FSC FEB UNESA mengenai struktur organisasi, sistem kaderisasi berjenjang, serta program kerja unggulan seperti FSC Article, Study Club, dan FSC Talks. Paparan ini juga disertai contoh implementasi evaluasi program yang dilakukan setiap akhir periode agar kualitasnya terus terjaga.

Sesi berikutnya diisi oleh UKM Penalaran PPNS yang memperkenalkan sistem penjaminan mutu kegiatan ilmiah mereka. Salah satu poin menarik adalah strategi pembinaan lomba yang memadukan metode mentoring intensif dengan simulasi kompetisi. Strategi ini terbukti efektif dalam menghasilkan prestasi dan memotivasi anggota untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi interaktif. Peserta dari kedua pihak saling bertanya, berbagi pandangan, dan mendiskusikan tantangan yang sering dihadapi organisasi, seperti regenerasi kepengurusan, pendanaan kegiatan, dan pengelolaan dokumentasi. Diskusi berjalan dinamis, dengan banyak catatan penting yang dapat ditindaklanjuti.

Insight dan Manfaat Kolaborasi

Salah satu highlight kegiatan ini adalah pembahasan tentang pentingnya sustainability program dan digitalisasi dokumentasi. UKM Penalaran PPNS membagikan praktik baik penggunaan Google Workspace untuk monitoring dan pelaporan kegiatan, yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi kerja FSC. Sebaliknya, konsep Learning Through Collaboration dari FSC yang mengutamakan pembelajaran berbasis kerja tim melalui role play dan refleksi rutin menjadi inspirasi baru bagi UKM Penalaran PPNS.

Bagi UKM Penalaran PPNS, benchmarking ini juga memberi sudut pandang segar. Mereka mengapresiasi sistem kaderisasi FSC yang berfokus pada pengembangan soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kepemimpinan.

Suasana dan Kesan Peserta

Sepanjang kegiatan, suasana terasa cair dan bersahabat. Meskipun latar belakang kampus berbeda, kedua organisasi tampak memiliki semangat yang sama dalam membangun budaya ilmiah. Beberapa sesi bahkan diselingi dengan permainan singkat (ice breaking) untuk menjaga energi peserta.

Di akhir acara, kedua pihak saling bertukar cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama. Banyak peserta yang mengungkapkan rasa puas karena mendapatkan ilmu baru sekaligus memperluas relasi.

Harapan dan Tindak Lanjut

Benchmarking ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sinergi yang lebih erat. FSC FEB UNESA dan UKM Penalaran PPNS sepakat bahwa kolaborasi lintas kampus merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional di era 5.0.

Kegiatan ini membuktikan bahwa membangun jejaring antar organisasi tidak hanya memungkinkan, tetapi justru menjadi kebutuhan. Melalui kolaborasi, organisasi kemahasiswaan dapat saling mengisi kekurangan, memperkuat potensi, dan bersama-sama mencetak generasi mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *