Melampaui Batas Kebingungan Ilmiah: Memetik Solusi dari NGOPI FSC

Membuka Cakrawala Ilmiah di Jantung Organisasi

Di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan tuntutan organisasi, kebutuhan untuk terus mengasah kemampuan akademis, khususnya dalam penulisan karya ilmiah, seringkali terpinggirkan. Padahal, kemampuan ini merupakan salah satu pilar utama bagi setiap mahasiswa untuk berkembang. Menyadari hal tersebut, Fenesa Scientific Community (FSC) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya, sebuah UKM-F yang bergerak di bidang penalaran, mengambil langkah progresif.

Melalui program kerja andalannya, Sarasehan, FSC secara khusus menciptakan sebuah forum diskusi yang tidak hanya berfokus pada progresivitas internal organisasi, tetapi juga merespons tantangan akademis yang dihadapi oleh para anggotanya. Untuk Sarasehan perdana di periode 2025 ini, tema yang diangkat sangat relevan dan menarik, yaitu “NGOPI: Ngobrol Perihal Ilmiah bersama Dosen Penalaran FEB UNESA”. Acara ini bukan sekadar seminar formal, melainkan sebuah wadah santai, terbuka, dan kolaboratif bagi seluruh fungsionaris untuk menggali ilmu, memecahkan masalah, dan meningkatkan kompetensi diri.

Jembatan Aspirasi Menuju Ruang Diskusi

Konsep NGOPI dirancang dengan matang untuk memastikan setiap fungsionaris merasa dilibatkan. Sebelum hari-H, panitia secara proaktif menyebarkan Google Form kepada seluruh fungsionaris untuk menampung aspirasi, pertanyaan, dan kesulitan yang mereka alami dalam penulisan karya ilmiah. Langkah ini menjadi jembatan awal yang krusial, memastikan bahwa diskusi yang berlangsung nanti tidak hanya teoritis, melainkan berbasis pada kebutuhan nyata para peserta.

Dari data yang terkumpul, teridentifikasi beragam masalah klasik yang sering menghantui mahasiswa. Mulai dari kebingungan dalam menentukan topik penelitian, kesulitan menyusun pendahuluan yang kuat, tantangan dalam mengelola kutipan dan daftar pustaka, hingga ketakutan akan plagiarisme. Data ini kemudian menjadi peta jalan bagi narasumber, seorang dosen penalaran FEB UNESA yang sangat kompeten, untuk memberikan wawasan dan solusi yang tepat sasaran. Dengan persiapan matang ini, acara NGOPI tidak hanya menjadi forum satu arah, melainkan interaksi yang dinamis dan berharga.

NGOPI yang Hidup di Gazebo Selatan

Pemandangan Gazebo Selatan Food Court UNESA Kampus 2 Lidah Wetan pada Senin, 16 Juni 2025, sungguh berbeda dari hari biasanya. Lokasi yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk mahasiswa yang beristirahat, kini disulap menjadi ruang diskusi yang hangat dan penuh inspirasi. Sekitar pukul 08.00 WIB, para fungsionaris FSC mulai berdatangan dengan wajah antusias, siap menyerap ilmu dari narasumber.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan yang membakar semangat. Ketua Umum UKM-F FSC FEB UNESA menyampaikan pentingnya budaya akademis di dalam organisasi, sementara Pendamping UKM-F FSC FEB UNESA memberikan motivasi dan apresiasi atas inisiatif kegiatan ini. Suasana santai namun fokus segera tercipta ketika narasumber memulai sesi talkshow. Ia tidak hanya sekedar memaparkan materi, tetapi mengajak para fungsionaris untuk berpikir kritis dan berani bertanya.

Diskusi dimulai dengan pembahasan hasil aspirasi yang telah terkumpul. Satu per satu, pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul dibahas tuntas. Ada yang bertanya, “Bagaimana cara menentukan novelty atau kebaruan dari sebuah penelitian agar tidak terkesan menjiplak?” Ada juga yang penasaran, “Strategi apa yang paling efektif untuk menyusun kajian pustaka agar tidak sekadar menumpuk teori?” Narasumber dengan sabar dan lugas menjawab setiap pertanyaan, memberikan kiat praktis, dan contoh-contoh konkret yang mudah dipahami. Ia menekankan bahwa kunci dari penulisan ilmiah yang baik adalah proses sistematis dan konsisten, bukan sekadar bakat.

Sesi tanya jawab menjadi puncak dari interaksi ini. Para fungsionaris yang awalnya ragu, kini berani mengacungkan tangan, mengajukan pertanyaan mendalam, dan bahkan berbagi pengalaman pribadi mereka. Diskusi ini tidak hanya berputar pada teknis penulisan, tetapi juga menyentuh aspek motivasi dan mentalitas seorang peneliti muda. Dosen penalaran memberikan dorongan agar fungsionaris tidak takut gagal dan menjadikan setiap kritik sebagai bahan bakar untuk perbaikan.

Kerja Keras Tim di Balik Layar

Kesuksesan acara NGOPI tidak lepas dari kerja keras panitia yang terdiri dari berbagai sie. Sie Acara, yang dipimpin oleh ketua pelaksana, memastikan rundown berjalan mulus, mengendalikan waktu, dan menciptakan suasana yang kondusif. Mereka adalah arsitek dari alur acara yang terstruktur, mulai dari persiapan hingga penutupan.

Sie Kesekretariatan memastikan segala urusan administrasi berjalan lancar, mulai dari perizinan, surat menyurat, hingga notulensi. Sie Humpubdekdok bekerja tanpa henti untuk menyebarkan informasi melalui pamflet digital, melakukan live report, dan mengabadikan setiap momen berharga dalam bentuk foto dan video. Hasilnya, dokumentasi acara ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan kegiatan. Sie Perlengkapan dan Konsumsi (Perkapsum) memastikan segala kebutuhan teknis, mulai dari sound system, tempat, hingga hidangan ringan, terpenuhi dengan baik. Mereka berkoordinasi dengan sigap, memastikan tidak ada hambatan teknis yang mengganggu jalannya acara. Kolaborasi antar-sie ini menjadi pondasi kuat yang menopang seluruh rangkaian acara.

Hasil Nyata dan Dampak Jangka Panjang

Menjelang akhir acara, suasana haru dan penuh rasa syukur terasa kuat. Ucapan terima kasih disampaikan kepada narasumber atas ilmu dan waktu yang telah diberikan. Penyerahan plakat dan sertifikat menjadi simbol apresiasi atas kontribusinya. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan senyum kebahagiaan dan semangat baru yang terpancar dari wajah setiap fungsionaris.

Namun, keberhasilan Sarasehan NGOPI ini tidak hanya diukur dari kelancaran acara di hari-H. Jauh lebih penting, kegiatan ini telah mencapai tolok ukur yang ditetapkan sejak awal. Tingkat kehadiran peserta mencapai lebih dari 70%, menunjukkan tingginya antusiasme fungsionaris. Anggaran dana dikelola dengan efisien, menunjukkan profesionalitas panitia. Dan yang terpenting, acara ini berhasil memberikan pemahaman yang mendalam terkait penulisan karya ilmiah yang baik dan benar, meningkatkan kemampuan kepenulisan, serta membuat fungsionaris FSC mampu menyusun karya ilmiah sesuai dengan sistematika yang tepat.

Sarasehan NGOPI bukan sekadar acara satu hari. Ia adalah investasi bagi masa depan FSC dan FEB UNESA. Dengan ilmu dan inspirasi yang didapat, para fungsionaris kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang berkualitas, berkontribusi pada kemajuan akademik, dan menjadi agen perubahan yang progresif di kampus. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa diskusi santai bisa menjadi pintu gerbang menuju pencapaian-pencapaian ilmiah yang luar biasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *